59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta

59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta - Hallo sahabat home labs DN, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta
link : 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta

Baca juga


59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta

Ayunan langkah kakinya sudah tak gesit lagi. Namun laki-laki berusia sudah senja itu tidak menjadi halangan untuk gigih mencari nafkah dengan menjajakan tahu keliling.

Dia adalah Abah Amur, lelaki berusia 78 tahun itu sejak tahun 1960 hingga sekarang setiap hari berjualan tahu berkeliling dengan cara mendorong gerobak menelusuri kesetiap wilayah Sekitaran Cipaisan, Alun-Alun, Gedung Kembar, dan wilayah sekitaran Kota Purwakarta. Sesekali Abah Amur berhenti dan duduk dipinggir jalan untuk menunggu pembeli yang datang menghampirinya.

Abah Amur diketahui tinggal di Kampung Sukahaji RT40/08, Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Sejak dari tahun 1960 hingga sekarang bah Amur tetap konsisten berjualan tahu.

"Udah 59 Tahun abah mah jualan tahu teh," singkat abah Amur saat ditemui di sekitar jalan RE Martadinata, Purwakarta, Pada Rabu (16/10/2019).

Saat ini Abah Amur menjalani kehidupan seorang diri, pasalanya sang istri tercintanya sudah lama meninggal dunia dari tahun 2008, serta 4 orang anaknya pun sudah mempunyai keluarga masing-masing.

Setiap harinya, Abah Amur berangkat dari rumahnya untuk berjualan tahu pada Pukul 04.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Abah Amur mengaku, penghasilan setiap hari yang dirinya dapatkan dari hasil penjualan semua tahu hanya Rp.120.000, dan yang dirinya terima setiap harinya hanya Rp.20 ribu demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan uang Rp.20 ribu Abah Amur tetap selalu bersemangat berjualan karena dirinya tak mau membebankan anak-anaknya dan orang-orang disekitarnya.

"Abah mah gak mau bebani orang lain, jadi abah harus usaha sendiri," ucap Abah Amur sambil tersenyum.

Selama berjualan, Abah Amur mengaku sering mengalami berbagai kisah pilu. Kisah pilu yang pernah dialami nya, pernah ditabrak pengendara motor yang tidak dikenal saat mendorong gerobak.

"Saat mendorong gerobak kaki abah pernah di tabrak motor, dan langsung lari saja usai nabrak abah. Pernah juga abah mendapatkan uang palsu dari pembeli dan sering dagangan tidak habis terjual," cerita Abah Amur.

Saat ini, abah Amur baru sembuh kembali, setelah kemarin selama 10 hari mengalami pembengkakan dibagian kaki kirinya yang membuat dirinya hanya bisa terbaring lemas di rumahnya, dan tidak bisa berjualan.

"Alhamdulillah baru 2 hari ini, abah sudah sehat kembali, dan bisa berjualan tahu keliling lagi," ucap abah.

Pendengarannya yang sudah tidak jelas, penglihatannya yang sudah tidak jelas, namun semangat juang abah untuk tetap bertahan hidup sangat luar biasa. Diumurnya yang sudah tak muda lagi namun semangatnya selalu membara. (Gin)


Demikianlah Artikel 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta

Sekianlah artikel 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel 59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta dengan alamat link https://www.homelabs.me/2020/03/59-tahun-sudah-kakek-sebatangkara-jual.html

0 Response to "59 Tahun Sudah Kakek Sebatangkara Jual Tahu Keliling di Purwakarta"

Posting Komentar